gaming daily – Industri game kembali dikejutkan oleh kabar besar dari Sony Interactive Entertainment. Perusahaan tersebut dilaporkan mengambil langkah tegas dengan menutup salah satu studio barunya, Dark Outlaw Games bahkan sebelum studio ini sempat merilis proyek pertamanya.
Yang membuat kabar ini semakin menyita perhatian adalah sosok di balik studio tersebut Jason Blundell, seorang veteran industri yang dikenal luas sebagai salah satu kreator utama mode Zombies di franchise Call of Duty.
Studio Baru yang Tak Sempat Bersinar
Dark Outlaw Games sebenarnya merupakan studio yang tergolong sangat muda. di kutip wikpedia.org didirikan pada tahun 2025, studio ini dibentuk dengan harapan menjadi salah satu pilar baru dalam lini pengembangan game PlayStation.
Namun, harapan tersebut harus pupus lebih cepat dari yang diperkirakan. Sebelum proyek pertama mereka diumumkan ke publik, Sony justru memutuskan untuk membubarkan studio ini sepenuhnya.
Kabar ini pertama kali muncul dari forum komunitas game dan kemudian diperkuat oleh laporan dari jurnalis industri ternama, Jason Schreier. Ia menyebutkan bahwa studio tersebut memang sedang mengerjakan proyek rahasia, tetapi masih berada dalam tahap awal pengembangan.
Baca juga : 5 Game PS5 Paling Seru yang Wajib Kamu Mainkan: Grafis Gila, Gameplay Nagih!
Nasib Kurang Beruntung Jason Blundell
Bagi Jason Blundell, ini bukan kali pertama ia mengalami situasi serupa bersama Sony. Sebelumnya, ia juga mendirikan studio bernama Deviation Games yang bekerja sama dengan PlayStation dalam proyek eksklusif.
Namun, pada tahun 2024, Deviation Games juga harus ditutup setelah proyek mereka dibatalkan. Kini, hanya dalam waktu singkat, Blundell kembali menghadapi kenyataan pahit dengan ditutupnya Dark Outlaw Games.
Padahal, rekam jejak Blundell di industri game tidak bisa dianggap remeh. Selama lebih dari satu dekade, ia berperan besar dalam mengembangkan mode Zombies saat bekerja di Treyarch di bawah Activision.
Gelombang PHK dan Efisiensi Besar-Besaran
Penutupan Dark Outlaw Games bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Menurut laporan, sekitar 50 karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari langkah efisiensi yang lebih luas.
Pemangkasan ini tidak hanya terjadi di satu studio, tetapi juga mencakup divisi lain, termasuk pengembangan game mobile milik PlayStation.
Langkah ini menunjukkan bahwa Sony sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah.
Bukan Satu-Satunya: Studio Lain Juga Ditutup
Dark Outlaw Games menjadi studio kedua yang ditutup oleh Sony dalam waktu dekat. Sebelumnya, perusahaan juga menutup Bluepoint Games, yang dikenal lewat proyek remake seperti Demon’s Souls.
Penutupan Bluepoint cukup mengejutkan, mengingat reputasi mereka yang kuat dalam menggarap remake berkualitas tinggi. Dengan dua penutupan studio dalam waktu singkat, banyak pihak mulai mempertanyakan arah strategi PlayStation ke depan.